Sapaan Pertama Negeri Atas Awan

Posted: February 14, 2012 in Shout of Soul

Menuju rumah pak dukuh, jalannya menurun ekstrim. Tepat setelah masjid mungil dusun itu, kami berhenti. Jalannya kecil, sudah diaspal, mm… mungkin lebih tepatnya disemen. Anak-anak ramai melihat kedatangan kami. Sampai di sini saya pastikan bahwa udara benar-benar dingin. Bahkan saat itu sudah jelang dzuhur dan suasananya masih seperti pukul enam pagi. Rumah pak dusun sangat sederhana. Lantainya tanah, dan memang begitulah sebagian besar rumah warga di situ, ada dipan besar panjang yang berfungsi sebagai ruang tamu. Sejenak kami melepas lelah dan saling bercerita dahsyatnya track yang baru kami lewati. Ada beberapa di antara kami yang tepar.

Pembagian pondokan diumumkan. Lima puluhan orang dibagi menjadi enam kelompok. Masing-masing kelompok mendapat satu pondokan di rumah warga. Dan tidak semua rumah warga punya sanitasi yang baik. Oke, ini awalan untuk me-reset ekspektasi.

Kelompok awal yang sudah mendapat pondokan bergegas menuju pondokan masing-masing. Saya mendapat kelompok terakhir, rumah bu Markini. Sebelum kami meninggalkan tempat, ternyata tuan rumah sudah menghidangkan teh dan snack. Wah! Kami bergegas meraih teh yang sudah dihidangkan. Glek! Tawar. dan panaass. Klik! Re-set lagi ekspektasi saya, bahwa warga di sini tidak pernah minum manis, dan hanya ada dua jenis air di sini, yaitu: sangat panas dan sangat dingin. Lupakan teh hangat, yang ada adalah air yang langsung dituang dari termos panas. Di udara yang begitu dingin begini, memegang gelas panas adalah hal yang sangat menyenangkan.

Ternyata rumah bu Markini tidak jauh dari sana. Jalanan dusun ini menanjak dan menurun ekstrim. Jika ada motor atau mobil yang datang, suaranya menderu dahsyat. Bau kotoran hewan tercium dan lalat adalah warga tambahan yang diakui keberadaannya. Klik! Re-set lagi. Datang kemari membuat saya merasa menjadi artis karena semua warga yang melihat kami selalu meyapa duluan. Tidak hanya menyapa tapi juga mempersilakan masuk. Di hari selanjutnya saya sadar bahwa definisi mampir adalah duduk, ditinggal tuan rumah ke dapur, dan makan besar. Selalu begitu dan selalu begitu. Hampir saja konsep saya terbentuk bahwa duduk di rumah orang artinya siap makan besar.

Keluarga bu Markini sudah menyiapkan tempat bagi kami untuk bermalam. Rapi dalam kesederhanaan rumahnya. Rumah bu markini letaknya di atas, jadi ketika saya keluar ke halaman, menengok ke kiri jelas sekali Merapi seolah sedang mengawasi kami dalam gagahnya, dan ketika melihat ke depan, padatnya rumah Jogja terlihat begitu kecil, dan jika meluruskan pandangan sejajar dengan mata, ah… indahnya… awan menggantung tepat di depan mata. Saya bayangkan, mereka yang di bawah sana, mungkin sedang tidak bisa melihat kami yang di puncak sini karena tertutup awan atau kabut. Sejenak berbincang dengan tuan rumah, bahwa warga di situ pergi pagi2 ke kebun sampai pukul 11.00 lalu pulang, dan akan dilanjut lagi. Hasil kebun mereka pagi-pagi buta dibawa ke pasar Muntilan, yang jauuuhnyaa… Membayangkan track tadi, ah, saya benar-benar me-reset lagi logika saya. Ini baru kerja keras!

Ingin kami tegaskan bahwa kedatangan kami tidak untuk merepotkan tapi ternyata tuan rumah sudah memasak untuk kami dan menyediakan berbagai makanan. Ok, cukup. Biarkan kami yang mencuci piring. Teringat saya pada kisah Hasan al Banna yang tetap menghabiskan teh yang disuguhkan tuan rumah meski tuan rumah salah memasukkan garam, bukan gula. Begitulah kira-kira kondisi kami saat makan masakan tersebut.

…ini baru kabar setengah hari pertama edisi Negeri Atas Awan… next chapter: “Adakah Spiderman di Lereng Merbabu?”

Comments
  1. purnamasari says:

    beberapa hari disana
    udah ketemu sama spiderman nya?

    kunjungan pertama nad
    ^^,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s