All the way to Solo: episode Tugu

Posted: February 6, 2012 in Shout of Soul

baik.. jadi judul petualangan hari itu adalah “Hari yang Aneh”. Itu hari paling hedon yang pernah saya alami. Begitulah. Saya dan Tya tiba2 pingin main agak jauhan (sebenernya pingin naik kereta aja.. haha)

lalu langsunglah diputuskan bahwa kami mau ke Solo. dan bahkan saat sudah di stasiun, kami tidak yakin arah mana yang akan kami tempuh.  Sampai di stasiun jam 8an dalam kondisi belum sarapan. Ada dua pilihan kereta ke Solo.. Prameks dan Solo AC. Kebodohan mulai terjadi. Harga dua tiket itu dua kali lipat. Prameks sepuluh ribu dan Solo AC dua puluh ribu. Karena yang berangkat duluan Solo AC, maka kami pilih Solo AC. (tet tot! apakah ada niat untuk backpaceran dari awal? Nggag juga kok! Haha… Ini kehedonan pertama.)

Dengan santainya kami lalu nyari sarapan. dan ini adalah kehedonan kedua karena sarapan di stasiun adalah tidak disarankan mengingat harganya bisa dua kali lipat. Soto Ayam biasa aja harganya 9000, haha mending misterburger skalian (naddd!!). haha…

lalu di saat lagi asyik makan sambil membincang skripsi (oke, saya butuh keberanian mengatakannya: ehm… skripsi!), datanglah sang primadona cantik. Berbaju biru dan sangaat elegan. Dia adalah kereta api Madiun Jaya Eksekutif. Bahkan pembicaraan kami sempat terhenti untuk sejenak mengagumi kecantikannya. So… luxurious! after having enough to admire that ‘little’ beauty, we get back to our talk: skripsi. Perbincangan ini berlanjut sampai ke peron. Berasa akademisi tingkat tinggi, kita gag lihat jam saking asyiknya ngomongin skripsi teman kami yang cerdas. Adalah tentang kebahagiaan, yang ternyata penelitian membuktikan bahwa uang dan materi lain akan membawa kebahagiaan, hanya jika digunakan untuk kemanfaatan orang lain. Ok, I’m amazed! Bahkan untuk sebuah konstruk psikologis yang hanya bisa dilihat manifestasinya, Islam tetap terbukti sebagai agama fithrah.

sesekali kereta datang dan pergi tapi si biru cantik tetap di jalur 2. Andai bisa ngomong, pastilah dia bilang,”ayo kemarilah…” Dan emang asik banget tuh dalemnya kalok dilihat… berasa kereta jepang gitu (sapa juga yang pernah ke jepang?!).

lalu si biru mulai diberangkatkan. bergerak pelan dan entah kenapa saya terus memandanginya. dan begitulah, baru setelah ia pergi dan tak terkejar (ya iyalah!), pembicaraan kami tentang kebahagiaan terhenti. lalu mulailah melirik ke jam dinding. 8.55. hm, ok! kereta kami 8.50 kok.

eh?!

halah… indonesia… paling juga telat.

lalu dengan lugunya, Tya nyeletuk…”nad, jangan2 yang tadi itu kereta kita…”

dalam hati, “ya enggaklah, kereta kita kan Solo AC…” Kebodohan ini akan kelak disadar, bahwa kereta yang bernama Solo AC sepertinya belum diproduksi.

dan untuk pertama kalinya setelah membeli tiket pagi itu, kami membuka tiket untuk mengecek nama kereta kami. dan… jegleeerr!!

namanya “MADIUN-JAYA AC”

saya merasa darah saya berhenti. serius. saya benar-benar perlu menata hati untuk menerima kenyataan. Madiun Jaya AC itu bukannya yang udah pergi itu yah?

iiyaaa… nadd…. selamat yaa!

Ternyata yang dicinta sudah berlalu. berlalu begitu saja, padahal dia cukup lama berhenti di stasiun ini, sejak kami sarapan hingga kami ngobrol banyak tentang skripsi. dan… oh… baiklah! oke, this is life. life goes on, yak (dalam hati nyanyi LeAnn Rimes).

“yaah… Nadd… 20ribuuu berlalu…” meskipun sepenuh hati ingin saya iyakan, tapi sepertinya hanya akan memperbesar kekecewaan saja jika ratapan dua bocah ingusan ini semakin diperturutkan. maka komen saya… “kita kurang sedekah kali yak?” dan ini kalimat yang kurang menghibur karena Tya tertawa datar.

…hm, jadi gimana yak? mau lanjut ke Solo atau kita kemana gitu aja? lemes drastis, yakinn! yah, mungkin Seligman tidak mencatumkan ketidak bahagiaan itu juga berarti kekecewaan ketinggalan kereta itu bagi orang yang jarang naik kereta. so that’s that! ngobrol kebahagiaan tapi berakhir pada ketidakbahagiaan.

dengan lunglainya, beli tiket lagi. prameks 10000. hello world banget lah! >,<

saya masih menyesali kereta itu sampai hari itu berakhir…

to be continued… *insya Allah

 

..cantik..

dalemnya... kereen...

Comments
  1. Yuana says:

    Kocak nad…pengen ketawa ngakak, tapi kasian sama kamu. Tapi akhirnya..ya ketawa ngakak juga..
    Memang Madiun-Jaya AC nggak afdhol kalau nggat sekalian ke Madiun :D

  2. nadz says:

    buktikan ciiing!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s