saya curiga jangan2 saya termasuk penganut mahdzhab behavioristik. lingkungan benar2 telah memberi pengaruh amat besar pada diri saya. beberapa malam sebelum ini, di jam segini, mungkin saya sudah berkelana di alam mimpi.
Jika Allah menghendaki kebaikan pada hambaNya, maka ia akan dipahamkan atas ilmu agamaNya…
Secuplik hadits yang ustadz Deden paparkan membuat saya melek lagi di malam itu. Wah,.. saya ke-ge-er-an… berarti itu artinya Allah amat menyayangi saya.. Asiiikk! saya diterima masuk asma amanina, pastilah dengan izin Allah, dengan misi Allah mendidik saya….
“Tidak terbayang apa jadinya jika Rasul menolak ‘terpaksa’ menyampaikan risalah…”
Teringatlah saya pada hari-hari terakhir saya sebelum hijrah ke Asma. Biasanya saat maghrib saya masih bersama kawan-kawan saya. Sholat maghrib di kos itu sangatlah jarang. Pasti di suatu tempat di luar kos (baca: belum pulang). Sore terakhir sebelum ke asma, saya amatlah bersedih. Saat itu seolah terasa bahwa hari itu adalah hari kebebasan saya yang terakhir. Detik-detik sebelumnya, saya habiskan dengan PK (Peninjauan Kembali) keinginan saya pindah ke Asma. Ingin membatalkan, ingin di kontrakan saja seperti sebelumnya… Padahal saat itu saya sudah terdaftar dan diterima di sana. Masya Allah, setan tu ya…
Hari-hari awal di sini membuat saya cukup jet lag. Bagaimana tidak?! Jatah tidur saya terpotong drastiss… pembinaan ukhrawi meningkat cepat… dan wah… ritme sirkadian saya benar-benar harus di-reset. Bangun jam setengah empat dan tidur jam setengah dua belas. Khusus untuk saya, ini sulit. Sehari hanya tidur empat jam??
Habis shubuh, ada halaqoh qur’an atau kuliah pagi jam 5 hingga jam 6 biasanya lebih. Setelah itu kuliah dll, silakan. Pulang asma maksimal maghrib, diutamakan bisa sholat maghrib di asma. Tidak ada sholat wajib yang dilakukan bukan berjamaah. Setelah sholat, biasanya ada yang memimpin muraja’ah. Usai maghrib ada halaqoh qur’an; tahsin, tahfidz, dll. Isya’ sholat bersama. Usai isya’ waktu bebas, bisa untuk makan, bersih diri, dll. Jam 8 harus sudah ada di kelas lagi untuk kuliah; fiqh, talaqqi, tafsir, dan ilmu2 lain yang sebelumnya amat malas saya pelajari.
jika dikata sangat berat, ya memang berat! biasanya hidup saya tidak sepadat ini. Misi besar islahunnafs menjadi tanda tanya besar? sudah sampai mana? capaiannya apa? dengan bantuan siapa? sekonsisten apa? hadoh!
ini adalah saat kau merasa begitu menghargai waktu,
menghargai tiap antrian ilmu Allah yang berjejalan ingin memasuki otakmu,
menatap dan terpesona pada sosok-sosok itu… “ah, adakah aku akan bisa seperti dirinya?”
di sini adalah tempat di mana kau akan merasa begiiituuu miskkiiin ilmu…
hingga tak sempat lagi untukku memikirkan hal-hal yang lain… selain memperbaiki diri…
bahkan sosok-sosok itu terus saja mengupgrade diri dan terus mengupgrade…
miskiinn… kasian sekali diri-diri ini… yang terkadang tersibukkan dirinya atas sesuatu yang melenakan…
tersibukkan fikirnya atas sesuatu yang membayang. Sungguh, sejatinya hidup ini memang terus melaju…
“dan atas apakah, nikmat waktu telah kita habiskan?”
Di sini, adalah madrasah nya madrasah…
Di sini, adalah rahim peradaban…
Di sini, adalah tempaan…
Dari sini… dua tahun dari sini…
dan tahun tahun setelah itu…
akan lahir titik titik awal peradaban…
Inginnya aku menjadi bagian itu
Yang nampak telah nampak
Yang tertutup telah tersingkap
Yang bengkok terlihat bengkok
Ternyata dulu kacamata ini kurang tepat letaknya
kurang bersih kacanya
kurang pas minus-nya
kini perlahan netra ini mulai bersih
kembali ke sediakala
Amin…
Bismillah ya… ^^










Komen...